Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Mengalami Flek, Puasa Batal ?

Salah satu masalah yang banyak membingungkan para putri adam, keluarnya flek ketika puasa. Apakah terhitung haid, sehingga puasanya batal, ataukah bukan haid sehingga tetap wajib melanjutkan puasanya.
Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan ini adalah batas waktu minimal darah yang keluar bisa disebut haid. Ada 3 pendapat ulama dalam hal ini,

  1. Hanafiyah berpendapat, batas minimal bisa disebut haid adalah 3 hari. Ketika darah itu keluar kurang dari 3 kali 24 jam, menurut hanafiyah, bukan darah haid. Sehingga tetap wajib menjalankan aktivitas sebagaimana layaknya sedang suci.
  2. Malikiyah sebaliknya, tidak ada batas waktu minimal untuk keluarnya darah haid. Wanita bisa mengalami haid, meskipun darah yang keluar hanya sekali. Sehingga flek, menurut Malikiyah, terhitung sebagai haid.
  3. Sementara mayoritas ulama � Syafiiyah dan Hambali � menegaskan bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Jika darah yang keluar kurang dari 24 jam, tidak terhitung haid. Sehingga flek sekali � dua kali, tidak terhitung sebagai haid.
Tarjih:
Pendapat yang lebih mendekati adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Diantara alasan yang mendukung pendapat ini adalah
Pertama, satu istilah yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah, dipahami dengan tiga pendekatan:
  1. Makna syariat
  2. Makna �urf (anggapan yang berlaku di masyarakat)
  3. Makna bahasa arab
Kaidah yang dijelaskan para ulama ushul, ketika ada satu istilah dalam Al-Quran dan Sunnah, penedekatan pertama adalah makna syariat, jika syariat tidak menjelaskan, berpindah pada makna �urf, pemahaman yang berlaku di masyarakat ketika itu, kemudian makna bahasa arab. (Taisir Ilmi Ushul Fiqh, Dr. Abdullah Yusuf Al-Judai�, hlm. 260 � 262)
Istilah �haid� terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah. Hanya saja, dalil tentang haid dalam Al-Quran dan Sunnah hanya menjelaskan hukum-hukum yang berlaku ketika seorang wanita mengalami haid. Namun tidak dijelaskan tentang definisi dan batasan haid. Sehingga pendekatan dengan makna syariat, tidak memungkinkan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32684)
Karena itu, mayoritas ulama mengembalikan batasan haid kepada makna �urf atau bahasa arab.
Secara bahasa, haid berasal dari kata hadha [arab: ??? ] yang artinya mengalir. Orang arab mengatakan, [???? ?????? ] �pohon itu mengalami haid�, maksud mereka adalah pohon itu mengalirkan getahnya.
Sementara yang namanya mengalir, secara bahasa, tidak teranggap hanya dalam bentuk spots, flek, atau tetes. Semacam ini secara bahasa tidak disebut haid.
Kedua, terdapat riwayat yang disebutkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu �anhu, beliau mengatakan,
????? ?????? ??????????? ?????? ??? ???????? ???? ????????? ?????? ????????? ?????????? ???? ???????? ??????????? ???? ?????? ?????? ???? ????? ??????? ???????????? ??????????? ????? ????????????? ??????????? ????? ??????????? ?????? ???? ????? ????? ????????
�Apabila seorang wanita setelah suci dari haid, dia melihat seperti air cucian daging, atau flek, atau lebih kuran seperti itu, hendaknya dia cuci dengan air, kemudian wudhu dan boleh shalat tanpa harus mandi. Kecuali jika dia melihat darah kental.� (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 994)
Keterangan:
  1. Makna �air cucian daging� (Ghusalah Lahm) adalah warna darah merah pucat, layaknya air yang digunakan untuk mencuci daging.
  2. Flek atau darah yang keluar statusnya najis, dan membatalkan wudhu. Karena itu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu �anhu memerintahkan agar dicuci dan berwudhu jika hendak shalat.
Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang status puasa wanita yang mengalami flek-flek, apakah puasanya sah? Dan itu terjadi sepanjang bulan ramadhan. Jawab beliau,
??? ? ????? ???? ? ???? ??? ????? ????? ???? ????? ?? ??????
�Ya, puasanya sah. Flek semacam ini tidak dianggap (sebagai haid), karena asalnya dari pembuluh.� (Fatawa Al-Mar�ah Al-Muslimah, 1/137)
Beliau juga mengatakan dalam kesempatan yang lain,
??? ??? ????? ?? ????? ?? ????? ?? ????? ?? ?????? ???? ??? ??? ????? ??? ???? ?? ?????? ? ??? ???? ?? ??????? ??? ???? ?? ???? ????? ??????? ???? ??? ????
Cairan yang keluar setelah suci, baik bentuknya kudrah (cairan keruh), atau sufrah (cairan kuning), atau flek atau keputihan, semua ini bukan termasuk haid. Sehingga tidak menghalangi seseorang untuk shalat atau puasa, tidak pula hubungan badan dengan suaminya, karena ini bukan haid. (60 Sual fi Al-Haid).
Berdasarkan keterangan di atas, flek yang dialami oleh wanita yang sedang puasa, meskipun itu sering terjadi, tidaklah membatalkan puasanya.

Sumber: muslimah.or.id

Mengapa Wanita yang Sedang Haid Haram Berpuasa

Apakah ada di antara Sahabat Ummi yang tetap nekat ikutan puasa meskipun sedang datang bulan? Ikutan makan sahur dan baru makan minum lagi ketika adzan Maghrib?  Waduh, hati-hati yah Sahabat Ummi karena hukum puasa bagi wanita yang sedang haid justru haram loh!  Ijma� ulama sampai kepada hukum dosa bagi wanita yang secara sengaja melakukan puasa dengan niat ibadah pada hari-hari haidnya, bayangkan Sahabat Ummi... bukan saja dilarang, tapi juga membuahkan dosa jika mengerjakannya! Jangan salah sangka bahwa hukum tersebut menandakan Islam menajiskan wanita yang sedang haid, karena sama sekali tidak demikian!  



Keharaman tersebut berlandasan kepada hadits Rasulllah SAW, hadits ini juga menujukkan bahwa para wanita shahabiyah di masa Rasulllah SAW sudah mengerti dan tahu pasti bahwa wanita yang sedang haid itu diharamkan shalat dan berpuasa. Semua tercermin dalam dialog mereka dengan Rasulullah SAW berikut ini.

?? ??? ???? ?????? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ??????: ???? ????? ?????? ??? ??? ????? ????? ? ??? ???. ??? ????? ?? ????? ?????. ???? ??? ???? ?? ??? ??? ???? ???: ???. ??? ????? ?? ????? ????? - ???? ???????

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. bahwa Nabi SAW bersabda kepada para wanita... "Bukankah para wanita bila mendapat haidh tidak boleh shalat dan puasa? Para wanita itu menjawab, Benar. Itulah yang dimaksud dengan kurangnya agama mereka." Nah, bagi Sahabat Ummi yang ingin tahu mengapa hukumnya demikian, mari kita telisik dari segi kesehatan! Karena hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam menajiskan wanita haid sehingga tidak boleh beribadah shalat ataupun puasa, Islam melarang hal tersebut justru karena memahami kebutuhan wanita yang sedang haid.

Ketika seorang wanita haid, maka ia akan kehilangan banyak darah, termasuk sel darah putih, yang menyebabkan imunitasnya berkurang, belum lagi hormon dalam tubuhnya yang mengalami perubahan, sehingga dianjurkan untuk menjaga asupan gizi agar menjaga kesehatan. Kehilangan Banyak Darah membuat wanita haid gampang lelah, memiliki kadar emosi yang naik turun, serta rentan terkena anemia. Oleh sebab itu, para medis menganjurkan agar ketika dalam keadaan haid, wanita banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Agar darah dan logam (magnesium, zat besi) dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma. 

Bisa terbayang jika Islam tetap mewajibkan wanita haid berpuasa? Maka, meskipun kita sanggup berpuasa, janganlah melakukannya! Minumlah dan makanlah banyak asupan gizi  di siang hari, agar tubuh tetap sehat dan prima.

Apa itu Sahur ? Dan Cara Bersahur yang Benar

Pengertian Bersahur adalah aktifitas memakan dan meminum sesuatu yg bisa dilakukan di malam hari sekitar jam 01.00 malam sampai batas waktu masuk Imsak. Makan Sahur sendiri biasanya dilakukan oleh setiap umat muslim baik pria maupun wanita yg sudah baligh (Dewasa) yg akan melakukan puasa di keesokan harinya sehingga perlu pasokan makanan maupun minuman untuk menambah daya tahan tubuh dlm berpuasa selama hampir 12 Jam. Cara Bersahur sendiri sebetulnya sangat mudah sekali, kita hanya makan atau meminum sesuatu walaupun sedikit sebelum masuk waktu Imsak karena jika kita makan sahur setelah waktu imsak maka kita batal puasanya, Syarat Puasa sendiri dilakukan dari waktu Imsak sampai terbenamnya matahari.
Sedangkan Waktu Makan Sahur yg diutamakan setidaknya waktu dimana kita tidak terlalu mepet dan tidak terlalu jauh dari waktu imsak sehingga kita tidak terburu � buru dlm melakukan aktifitas Bersahur ini. Untuk Manfaat Makan Sahur dan Keutamaan Bersahur yg paling besar yg dpt diperoleh bagi mereka yg melakukannya ialah keberhakan dan pahala karena Hukum Sahur di Bulan Ramadhan ialah sunnah sehingga jika kita melakukan Makan Sahar akan memperoleh pahala, namun jika meninggalkannya pun tidak akan mendapatkan dosa hanya saja kita akan dirugikan karena tidak bisa mendapatkan keberkahan dan pahala tambahan yg ada didalam Makan Sahur di Bulan Puasa.

Apa itu Puasa dan Jenis-Jenis Puasa

Pengertian Puasa
Pengertian puasa dalam kaidah bahasa bisa diartikan sebagai menahan. Menahan di sini, yaitu menahan dari hal-hal yang masuk ke dalam mulut dalam bentuk makanan dan minuman, bahkan juga diartikan menahan dari perbuatan dan bicara. Dalam petikan surat Maryam ayat 26 dijelaskan bahwa, �Sesungguhnya aku telah Aku telah bernazar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah, bahwasanya Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini." Sementara Pengertian puasa menurut secara syariah Islam disepakati para ulama, yaitu menahan dari apa pun yang membatalkan puasa, disertai niat untuk berpuasa dari terbit fajar sampai tenggelam matahari (maghrib). Ada pula sebagian ulama yang mendefinisikan kata-kata �membatalkan puasa� itu sebagai perbuatan dua anggota badan, yaitu perut dan alat kelamin.


Dalam selain agama Islam, dikenal pula kegiatan puasa. Para pendeta, misalnya senantiasa melaksanakan puasa untuk menambah pahala, kaum Yahudi pun mengenal puasa bicara. Puasa bagi umat Buddha dan sebagian Yahudi merupakan bagian dari kegiatan bertapa. Bagi umat muslim, salah satu hikmah melaksanakan puasa adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan memperoleh derajat yang agung di hadapan Allah Swt berupa ketakwaan. Hal ini seperti dijelaskan dalam Al-Qur�an surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya, �Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkannya atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.�

Selain puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, umat muslim mengenal puasa lain yang sifatnya sunah, seperti puasa Senin-Kamis, yakni puasa setiap hari Senin dan Kamis saja. Karena sifatnya puasa sunah, maka tidak ada kewajiban dan paksaan dalam pelaksanaannya. Di samping puasa Senin-Kamis dikenal pula puasa nazar, yaitu puasa atas sebab atau tujuan tertentu yang diniatkan akan berpuasa apabila sebab-sebab itu terjadi. Misalnya, seseorang bernazar �Saya akan puasa seminggu penuh kalau diterima jadi pegawai negeri sipil�. Setelah ia berhasil menjadi PNS, maka terkena hukum wajib untuk puasa seminggu penuh tersebut sampai kapan pun dan akan menjadi utang manakala belum dilaksanakan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa apabila seseorang tidak dapat melaksanakan puasa nazar, maka ia wajib memerdekakan budak sahaya atau kalau tidak ada, ia wajib memberi makan dan pakaian kepada sepuluh orang miskin.

Puasa-puasa sunah lain di antaranya adalah puasa nisfu Sya�ban yang dilaksanakan pada awal atau pertengahan bulan Sya�ban, puasa pertengahan bulan, puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam, puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 bulan Haji untuk orang yang tidak sedang melaksanakan haji, atau puasa 6 hari di bulan Syawal sebagai puasa sunah penyempurna ibadah puasa Ramadhan.

Puasa Bagi Kehidupan Manusia
Kemampuan setiap orang dalam mengendalikan dirinya merupakan aspek penting dalam pergaulan manusia untuk menuju tata kehidupan yang harmonis, penuh tenggang rasa, dan cinta kasih. Dengan argumen demikian, semakin terlihatlah bahwa arti puasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

Puasa bukanlah sekadar menahan rasa lapar dan haus atau sebuah tindakan yang seolah-olah menunjukkan sikap empati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kelaparan, sehingga pada saat waktu puasa berakhir, terkadang kita jadi sedikit berlebihan dalam hal makan dan minum.

Selain itu, berlebihan juga untuk menunjukkan bahwa berpuasa adalah suatu tindakan untuk menunjukkan sikap empati kita kepada orang-orang yang kelaparan. Puasa kita memiliki batas akhir waktu dan kita punya makanan untuk mengakhiri puasa. Namun, puasa orang-orang yang sedang kelaparan tidak memiliki kejelasan akan batas akhir waktu. Begitu pula dengan persediaan makanan untuk mengakhirkan puasanya.

Puasa bagi umat Islam adalah menahan diri dari makan dan minum, serta menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Itu pun harus disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

Di dalam agama Islam, puasa adalah salah satu rukun Islam yang ketiga, yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Banyak jenis puasa yang ada di dalam ajaran agama Islam, ada yang wajib dilaksanakan dan ada yang sunah untuk dilaksanakan. Salah satu puasa wajib bagi umat Islam adalah puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan wajib dikerjakan oleh semua umat Islam, kecuali orang-orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa, tapi itu juga harus dibayar pada hari lain, selain bulan Ramadhan.

Puasa sunah boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa. Contoh puasa sunah adalah puasa hari senin dan kamis atau puasa arafah.

Banyak manfaat yang dapat diambil dari berpuasa. Sebagai umat Islam puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan lainnya, seperti yang sudah disebutkan tersebut. Berikut ini adalah manfaat dari berpuasa bagi diri kita sendiri.

Pengertian puasa yang pertama adalah komitmen bahwa kita akan belajar jujur pada diri sendiri. Seseorang yang menjalani puasa secara ikhlas akan bersikap enggan untuk membohongi diri sendiri. Sekalipun tidak ada orang yang melihat, dia tidak akan mencuri-curi kesempatan untuk makan dan minum atau melakukan hal lain yang dapat membatalkan puasanya.

Sikap ini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan suatu kepuasan batin. Apabila ada seseorang yang mengaku berpuasa, namun tidak memiliki kejujuran pada dirinya sendiri, mungkin dia akan mendapatkan pengakuan kesalehan dari orang lain. Namun, jauh dilubuk hatinya, pengakuan yang dia dapat dari orang lain itu tidak akan pernah mendatangkan kepuasan bagi batinnya.

Kemenangan hakiki dalam setiap pertarungan hanya akan bisa memuaskan batin, jika didapat dengan cara-cara yang jujur. Di luar itu, kemenangan hanya akan jadi realitas semu. Demikian juga dalam pertarungan melawan hawa nafsu, hanya kita sendiri yang tahu. Dengan cara apa kita berhasil memenangkannya? Cara jujur atau curang?

Mengingat Pertian puasa adalah komitmen bahwa kita akan bersikap jujur pada diri sendiri, andai kita berbuat curang, dengan sendirinya kita telah berada di luar komitmen tersebut. Otomatis puasa yang kita jalani akan jadi kehilangan makna dan pahalanya tidak ada.

Bagaimana orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, tapi melakukan tindakan yang tidak jujur, seperti mencuri. Hal tersebut dikembalikan lagi kepada pribadinya sendiri, apakah dia memahami arti puasa itu sendiri.

Jangan mencontoh pada yang buruk, tapi contohlah yang baik. Laksanakanlah puasa dengan kejujuran dan hasil yang kita dapat pun akan terasa ketika waktu berbuka puasa tiba.

Melatih anak berpuasa sejak dini juga, dapat melatih anak tersebut untuk bersikap jujur. Hal tersebut membuat anak menjadi mengerti apa arti berpuasa di kemudian harinya.

Pengertian puasa yang kedua adalah pengendalian diri (self control). Ketika menjalani puasa, kita akan berhadapan dengan hal-hal yang sebenarnya dihalalkan bagi kita. Namun, karena kita sedang berpuasa, hal-hal yang halal tersebut untuk sementara waktu diharamkan bagi kita. Kita pun dengan suka rela menerima ketentuan ini.

Kita tidak boleh memakan dan meminum semua makanan dan minuman halal yang kita punyai. Kita juga dilarang melakukan hubungan suami istri dengan pasangan hidup kita yang sah. Anehnya, kita tidak berkeberatan  dengan hal itu. Bahkan, mematuhinya. Kenapa?

Karena kita betul-betul menyadari tentang arti puasa bahwa mengendalikan diri adalah aspek penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya kemampuan dalam mengendalikan diri, sangat sulit untuk membedakan mana manusia dan mana binatang.

Bisa dibayangkan jika setiap orang sanggup untuk mengendalikan dirinya, sanggup untuk mengendalikan keinginannya dalam kehidupan sehari-hari, dunia ini akan tentram tanpa kejahatan. Bayangkan, dengan berpuasa, seseorang bisa menerima ketentuan yang mengharamkannya untuk menikmati sesuatu yang sebenarnya halal baginya.

Dengan hal tersebut, sesuatu yang benar-benar haram pasti akan segera ditinggalkan. Bukannya mencari dalih bagaimana caranya menghalalkan sesuatu yang nyata-nyata haram supaya bisa dikorupsi secara aman.


Dengan rajin beribadah puasa, manusia bisa terhindar dari segala macam penyakit hati, seperti sombong, kikir, iri hati, dendam, dan sebagainya. Hati kita akan tentram dan damai, apabila kita bisa mengendalikan diri kita. Semoga Pertian puasa tersebut dapat bermanfaat dan menambah keimanan dan ketakwaan Kita.

Mengapa Jangan Minum Teh Saat Sahur

Bukan hanya pilihan makanan yang perlu diperhatikan saat sahur, tetapi juga minuman. Pakar kesehatan asal Swiss, Dr U Barsilus, memeringatkan agar mengurangi asupan teh saat sahur. Seperti dikutip dari laman Arab News, ia mengatakan bahwa teh bersifat diurektika, sehingga akan membuat orang lebih sering buang air kecil. "Ini tidak menguntungkan karena garam dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat puasa ikut terbuang, padahal selama puasa tak ada cairan yang masuk," ujarnya. Tapi, bukan berarti ia melarang konsumsi teh hangat saat puasa. Hanya, jangan terlalu banyak. Kepekatan teh juga hendaknya diperhatikan. Lebih baik perbanyak konsumsi air putih demi kondisi prima selama Ramadan.

Selain teh, ia juga menyarankan mereka yang berpuasa untuk menghindari makanan berlemak, gorengan, serta makanan mengandung terlalu banyak gula. Porsi makan saat sahur juga menjadi perhatiannya. "Terlalu banyak makan saat sahur sebaiknya dihindari," katanya. Ia menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Karbohidrat kompleks sangat membantu menjaga kebutuhan energi selama puasa, karena sifatnya lebih lambat dipecah menjadi gula darah. Menu karbohidrat ideal sahur antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Selama periode berbuka menuju sahur, perbanyak minum air putih dan jus buah. Dan, jangan lupakan sayur dan buah untuk memaksimalkan proses detoksifikasi. Sebab, puasa justru memberi kesempatan tubuh mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain.

Bahaya Es Teh Bagi Ginjal

Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

7 Menu Makanan Yang Wajib Saat Sahur

Memilih menu makan sahur yang tepat akan memberikan energi yang maksimal sehingga kita bisa puasa tanpa merasa terganggu karena mengantuk atau badan lemas. Berikut ini adalah tips memilih makanan untuk menu makan sahur Anda dan keluarga:

1. Cukup karbohidrat
Pilihlah makanan untuk sahur yang cukup mengandung karbohidrat serta protein. Terutama protein nabati juga hewani. Sebagai lauk pauk, Anda bisa memilih daging atau ikan.

2. Usahakan baru
Apabila terpaksa ada makanan untuk buka puasa yang tersisa, jangan jadikan sisa makanan tersebut sebagai menu sahur. Karena makanan yang tidak baru lagi atau sisa akan mengurangi kandungan gizi dalam menu tersebut.

3. Hindari yang berlemak
Kurangilah makanan-makanan berlemak seperti gorengan atau kuah santan, karena makanan tersebut akan berat untuk dicerna tubuh. Bila sudah demikian, tubuh Anda akan banyak mengeluarkan cairan, hasilnya Anda akan lebih cepat mengalami dehidrasi.

4. Perbanyak air putih
Jangan biarkan Anda dehidrasi selama puasa. Minumlah air putih sebanyak dan sesering mungkin di waktu sahur, berbuka dan jeda waktu antara buka dan sahur. Ingat, air juga merupakan sumber energi.

5. Hindari makanan manis
Makanan manis hanya cocok untuk menu berbuka puasa. Namun kebanyakan makan manis ketika makan sahur justru akan membuat tubuh lebih cepat merasa lapar ketika siang hari. Makanan manis memang berguna untuk memberikan energi, namun tidak untuk jangka waktu yang lama. Lebih baik Anda perbanyak makanan berserat.

6. Minum susu
Minumlah susu sebagai pelengkap ketika sahur. Apalagi jika menu sahur Anda berat, minum susu bisa dilakukan saat berbuka.

7. Buah-buahan
Berbagai sumber vitamin bisa didapatkan dari berbagai buah. Untuk sahur, apel dan anggur cukup ringan Anda konsumsi. Namun ingat, jangan makan berlebihan